News & Event

Temukan Kebutuhan Pernikahan di Grand Wedding Expo Ke-18

Area pameran Grand Wedding Expo di Assembly Hall dan Main Lobby, JCC, terbuka untuk umum mulai pukul 10.00 hingga 21.00, dengan biaya tiket masuk Rp 10.000. "Wedding Expo kali ini menghadirkan lebih banyak produk dan jasa kebutuhan pernikahan yang lebih inovatif. Banyak produk baru dan menjadi one stop shop dengan ide inovatif dan kreatif untuk pasangan yang mencari pengalaman berbeda," jelas Michelle Lim, President Director-Reed Panorama Exhibition saat jumpa pers di Plenary-Hall JCC, Jakarta, Jumat (22/6/2012).Pameran pernikahan ini melibatkan lebih dari 150 vendor. Kebanyakan adalah vendor fotografi, sekitar 40 persen. Vendor lain yang masuk tiga besar adalah bridal dan venue. Selebihnya terdiri atas berbagai kebutuhan pernikahan seperti katering, kartu undangan, suvenir, hingga paket bulan madu. Eliyati, Project Manager Reed Panorama Exhibition mengatakan, sejumlah desainer Indonesia juga dilibatkan dalam pameran pernikahan yang menargetkan 25.000-30.000 pengunjung selama tiga hari. Adjie Notonegoro tampil perdana pada pembukaan pameran, Jumat (22/6/2012) ini. Adjie menghadirkan 10 set busana pengantin dan lima gaun internasional dengan tiga di antaranya adalah gaun pengantin pendek. Lima busana pengantin lainnya adalah kebaya tradisional yang mengangkat warisan budaya lokal. Desainer lain yang akan tampil memberikan inspirasi dan pilihan busana pengantin adalah Ivan Gunawan, Ayok Dwipanca, juga beberapa bridal seperti Kaneta Bridal, Eva Bun Bridal, Mari & Jo, dan House of Emme. Di area pameran seluas 8.000 meter persegi ini, calon pengantin bisa mendapatkan ragam pilihan produk dan jasa untuk memenuhi kebutuhan pernikahannya. Khusus untuk pilihan gaun pengantin, Adjie berharap kelak penyelenggara bisa menghadirkan lebih banyak desainer Indonesia. Baik desainer senior maupun desainer muda perlu memberikan pilihan lebih banyak, dan memenuhi selera calon pengantin yang tentunya berbeda satu dengan yang lainnya. "Mudah-mudahan ke depan bisa ada 3-4 show per harinya, melibatkan lebih banyak desainer Indonesia, termasuk desainer baru. Dengan demikian event besar ini dapat sekaligus menunjukkan potensi Indonesia, agar Indonesia tak dipandang sebelah mata. Semakin banyak desainer, semakin banyak pilihan busana pengantin," jelasnya. Grand Wedding Expo semestinya juga mampu mendatangkan tamu asing, saran Adjie. Pameran ini memang lebih banyak dikunjungi calon pengantin lokal dan menampung vendor lokal, hanya satu yang berasal dari Malaysia. Namun bukan tak mungkin, ke depan pameran pernikahan akbar yang berlangsung dua kali dalam setahun ini bisa menggaet tamu asing. Sejumlah hadiah ditawarkan pameran ini untuk calon pengantin, seperti cincin berlian, paket fotografi, paket bridal dan jas, dan voucher hotel untuk bulan madu. Caranya, dengan belanja minimal Rp 250.000, pengunjung berkesempatan mendapatkan kupon undian. Pengunjung juga bisa berpeluang mendapatkan hadiah lain seperti uang tunai dengan pembelanjaan nilai tertentu.Source: http://bola.kompas.com/read/2012/06/22/14423776/temukan.kebutuhan.pernikahan.di.grand.wedding.expo.ke-18.