Newsrooms

Destinasi (PDES) Optimis Pada Quality Tourism

Jakarta, 29 November 2019. Perlambatan ekonomi global masih terasa di tahun 2019 ini. Penundaan kesepakatan Brexit membuat kawasan Eropa Barat juga mengalami kelesuan ekonomi ditambah lagi oleh dampak perang dagang AS-Cina yang tentunya mempengaruhi neraca perdagangan negara-negara yang memiliki hubungan dagang dengan kedua negara tersebut. Kelesuan ekonomi tentunya membuat market wisatawan mancanegara yang selama ini berlibur ke destinasi liburan dunia harus menunda perjalanan atau memilih destinasi domestik atau yang dekat dari negara mereka. Pemerintah Indonesia selama ini menetapkan kunjungan wisman sebagai indikator utama, namun melihat data BPS sepanjang 2016-2018, kunjungan wisman ke Indonesia tidak mencapai target yang diharapkan. Indonesia hingga kuartal 3 tahun 2019 berhasil mendapatkan kunjungan wisman sebesar 12,2 juta dari target sebesar 18 juta, masih jauh dari target. PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk atau Destinasi (PDES) sebagai perseroan yang menjalankan usaha Inbound (mendatangkan wisman) ikut terdampak akibat situasi global dan nasional. Dukungan pemerintah di sektor pariwisata pada pemerintahan Presiden Jokowi periode ke-2 bertumpu pada strategi peningkatan Nilai Tambah Pariwisata, dimana peningkatan devisa menjadi indikator utama. Destinasi (PDES) melihat optimisme dari strategi baru yang ditetapkan. “Strategi pada Quality Tourism atau mendatangkan wisman dengan expenditure lebih tinggi dapat meningkatkan yield dari setiap produk yang dijual” ungkap AB Sadewa, Sekretaris Perusahaan pada acara Paparan Publik Perseroan di Jakarta. “Perseroan selama ini banyak mengandalkan tamu dari Eropa Barat dan Eropa Timur yang memiliki pola quality tourism dengan jangka waktu tinggal lebih lama dan pola belanja yang lebih tinggi” ungkap Ricky Setiawanto, Direktur Perseroan. Perseroan mencatat pertumbuhan jumlah wisatawan yang ditangani sebesar 5% hingga kuartal ketiga tahun ini. Sebagai langkah strategis kedepan, Destinasi (PDES) akan mengoptimalisasi resource (kendaraan, penggunaan booking system online, SDM), intensifikasi pasar inbound di wilayah Eropa, Afrika, dan Asia, serta optimalisasi kantor operasional di Malaysia dan Vietnam.