PANORAMA CAPAI PENJUALAN RP 2,38 TRILIUN HINGGA AKHIR KUARTAL II

Ikhtisar:

  1. Perseroan mencatat Penjualan (gross revenue) sebesar Rp. 2,38 Triliun hingga akhir Kuartal II  2016,  naik 19,1%  dibandingkan dengan pencapaian pada akhir Kuartal II  2015 yang hanya mencapai Rp. 1,99 Triliun
  2. Pencapain EBITDA hingga  akhir Kuartal II 2016 sebesar  Rp122,65 Miliar, naik 7,7% dibanding periode yang sama tahun 2015
  3. Realisasi CAPEX sampai dengan Kuartal II 2016 adalah sebesar Rp 15 Miliar dengan total anggaran sebesar 50 Miliar hingga akhir 2016
  4. Pada akhir Juni 2016,  perseroan telah melakukan revaluasi aset yang berdampak pada meningkatnya ekuitas perseroan dari Rp 413 Miliar menjadi Rp 620 Miliar.
  5. Perseroan akan fokus pada peningkatan kapabilitas di bidang teknologi

Jakarta 2 Agustus 2016 – Ditengah situasi perekonomian dunia yang masih tidak menentu, iklim perekonomian Indonesia terus menunjukan tren positifnya.  Pemberlakuan Undang-Undang Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) diyakini mampu membawa kondisi perekonomian Indonesia ke arah yang lebih baik lagi.  Diharapkan investasi di dalam negeri akan bergerak lebih cepat, khususnya di beberapa bidang prioritas antara lain adalah infra-struktur, kemaritiman  dan kepariwisataan.   IDX telah mengalami kenaikan yang sangat signifikan dalam beberapa hari terakhir ini dan telah menembus angka 5.361 pada tanggal 1 Agustus 2016 dan Rupiah telah mengalami penguatan dan hampir menembus Rp. 13.000/ USD.   Diyakini,  momentum perbaikan ekonomi ini dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan dunia pariwisata Indonesia dan khususnya bagi kegiatan usaha Perseroan.

Budi Tirtawisata selaku Direktur Utama Perseroan menyatakan, “Menanggapi hal ini, Perseroan akan terus fokus pada pertumbuhan seluruh pilar-pilar usaha sambil terus menangkap momentum pertumbuhan pariwisata nasional  dan peluang usaha serta meningkatkan kapabilitas melalui penguatan di bidang teknologi”.

HASIL KUARTAL II 2016

Secara keseluruhan hingga akhir Kuartal II 2016 , Perseroan mampu meraih Penjualan (gross revenue) sebesar Rp 2,38 Triliun atau meningkat 19,1% dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai Rp 1,99 Triliun. Sebagian besar pencapaian tersebut dikontribusikan oleh pilar Inbound dan pilar Travel & Leisure Perseroan.

Perseroan tetap optimis akan mencapai target peningkatan Penjualan (gross revenue) pada akhir tahun 2016, mengingat bisnis industri pariwisata secara umum meningkat pada kuartal III & IV dan dapat mencapai 1,5 hingga 2 kali lipat dibanding di kuartal I & II pada setiap tahunnya.

Hal ini dikarenakan kegiatan liburan sekolah, hari raya Idul Fitri, liburan Natal dan Tahun Baru yang terjadi di semester kedua setiap tahun.

EBITDA Perseroan hingga akhir Kuartal II 2016  mencapai Rp.122,65 Miliar, naik sebesar 7,7 % dibandingkan EBITDA hingga akhir  Kuartal II 2015.

Realisasi CAPEX hingga Kuartal II 2016 adalah sebesar Rp 15 Miliar dari total 50 Miliar yang telah dianggarkan hingga akhir tahun 2016. Penggunaan CAPEX sebagian besar dipergunakan untuk peremajaan armada bus, dan pembukaan kantor cabang baru di Jakarta dan Surabaya.

Pilar Inbound:  Setelah melakukan akuisisi atas PT Buaya Travel Indonesia atau Asia World Indonesia yang mendatangkan wisatawan asal Perancis, Belanda, Amerika Utara, India, Perseroan terus fokus dalam mengembangkan pasar-pasar baru antara lain pasar Polandia, Inggris dan negara-negara Eropa timur. Pilar Inbound telah melakukan terobosan dengan mendatangkan lebih dari 5000 wisatawan asal Polandia mulai bulan Juni 2016 hingga Maret 2017 yang akan datang dengan melakukan penerbangan langsung menggunakan chartered flight dari Warsawa.

Beberapa market potensial lainnya yang sedang dikembangkan adalah market Inggris, ASEAN dan China. “Untuk market Tiongkok, Perseroan sedang mengembangkan platform e-commerce dan menjajaki kerjasama dengan perusahaan berbasis teknologi asal Tiongkok guna menangkap pasar Inbound yang besar dari Tiongkok, yang akan tentunya memberi dampak positif bagi Perseroan” Budi menambahkan.

Pilar Travel & Leisure:  Pilar ini  mencatatkan Penjualan (gross revenue) pada akhir Kuartal II  sebesar Rp 2,16 Triliun, naik sebesar 22,9% dibandingkan dengan pencapaian pada akhir Kuartal II 2015 dengan mengandalkan penjualan paket-paket wisata yang unik dan kreatif, pelayanan wisata Incentive atau MICE bagi perusahaan – perusahaan di Indonesia, penjualan tiket pesawat maupun kereta api, penjualan voucher hotel secara B2B maupun B2C, dan produk-produk yang memiliki nilai tambah lainnya.

Perseroan juga terus meningkatkan dan mengembangkan jalur distribusinya secara offline melalui jaringan kantor-kantor cabang di berbagai pelosok Indonesia maupun melalui jaringan online dengan telah diluncurkannya mobile application : Panorama Tours dan reservasi group tour melalui brand : Turez.id. Saat ini Perseroan memiliki beberapa platform e-commerce B2C platform seperti: Panorama-tours.com, Travelicious.co.id,  Rajakamar.com, dan Turez.id

Pilar Media: Melalui anak perusahaan PT Reed Panorama Exhibitions, Perseroan akan mempersembahkan beberapa pameran berskala Internasional di Kuartal III & IV tahun 2016, antara lain: Franchise & License Expo Indonesia untuk yang ke 14 kalinya (B2B), Cafe & Braserrie Indonesia untuk pertama kalinya (B2B2C) , Indonesia Maternity Baby & Kids Expo yang ke 7 kalinya (B2C) , Indonesia Comic Con untuk yang ke 2 kalinya (B2C) dan beberapa lainnya. Pameran-pameran tersebut tidak hanya diikuti dan dikunjungi oleh masyarakat lokal, namun juga peserta dan pengunjung dari mancanegara. Hal ini juga secara tidak langsung dapat meningkatkan kunjungan wisatawan bisnis dari luar negeri ke Indonesia.

Perseroan menargetkan peningkatan penjualan Pilar Media sebesar 60% pada tahun 2016 dibandingkan pencapaian tahun 2015.

Pilar Hospitality: Perseroan melalui hotel yang telah diakuisisi tahun lalu, The 1O1 Yogyakarta Tugu,  menyumbangkan pendapatan sebesar Rp 12 Miliar hingga akhir Kuartal II tahun 2016, atau naik 17,8 % dibandingkan dengan hasil pencapaian di akhir Kuartal II 2015. Hal ini disebabkan antara lain adanya pertumbuhan permintaan pasar yang tinggi di Yogyakarta serta didukung dengan pengelolaan hotel yang professional.

Aksi Korporasi Perseroan

Selain itu sebagaimana telah dilaporkan dalam acara RUPST-LB tanggal 23 Juni 2016, dalam rangka memperkuat struktur permodalan, pada akhir Juni 2016 Perseroan telah melakukan revaluasi  atas beberapa assetnya untuk memanfaatkan kebijaksanaan pemerintah  yang berdampak pada meningkatnya ekuitas Perseroan dari Rp 413 Miliar menjadi Rp 620 Miliar.

Perseroan juga sedang menjajaki rencana Rights-Issue dalam 12 bulan kedepan dengan nilai Rp. 300 Miliar hingga Rp. 500 Miliar  untuk memperkuat modal perusahaan dalam rangka pengembangan usaha Perseroan. (CL)

Download >>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP