Press Room
Rebound Bisnis Inbound PANR
Rebound Bisnis Inbound PANR

koran.bisnis.com - Pemerintah Indonesia memiliki harapan besar terhadap peningkatan jumlah wisatawan yang berpelesir di Tanah Air. Potensi ini pun diyakini bakal dinikmati PT Panorama Sentrawisata Tbk. sebagai emiten pariwisata terintegrasi.

Untuk itu pemerintah tak main-main. Presiden Joko Widodo menargetkan jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia pada 2019 mencapai 20 juta orang.

Pada tahun ini, jumlahnya diharapkan mencapai 12 juta wisatawan atau diproyeksikan tumbuh 23% dibandingkan dengan realisasi pada tahun lalu yang mencapai 9,7 juta wisatawan.

Mengapa demikian? Pemerintah berharap sektor pariwisata memberikan kontribusi lebih untuk cadangan devisa. Kementerian Pariwisata Indonesia mengharapkan sektor ini menjadi sumber utama bagi cadangan mata uang asing karena dianggap jalan paling mudah dan efisien untuk berkontribusi.

Christine Natasya, Analis PT Daewoo Securities Indonesia, dalam risetnya yang dirilis 13 Oktober 2016 menyebut saat ini bidang pariwisata merupakan penyumbang terbesar keempat untuk cadangan mata uang asing Indonesia.

Selain itu, kontribusi pariwisata terhadap PDB diperkirakan meningkat menjadi 8% pada 2019. Tak keliru jika dia memprediksi Panorama Sentrawisata diuntungkan oleh hal tersebut.

“Kami percaya Panorama Sentrawisata akan mendapatkan keuntungan dari peningkatan turis asing mengingat kelonggaran peraturan visa dari pemerintah dan anggaran promosi pariwisata yang ditingkatkan secara signifikan,” tulisnya dalam riset tersebut.

Saat ini emiten bersandi PANR itu dikenal sebagai grup bisnis yang kuat dengan lima lini usaha di bidang pariwisata yaitu inbound (mendatangkan turis asing ke Tanah Air), travel and leisure, media, transportasi, serta perhotelan.

Pada 2 Maret 2016, Presiden Joko Widowo telah menandatangani regulasi baru yang diterapkan pada 21 Maret 2016 untuk menambahkan 79 negara anyar, yang warga negaranya bisa bebas visa selama 30 hari setelah kedatangan bila ingin berkunjung ke Indonesia.

Dengan jumlah tersebut, totalnya kini terdapat 169 negara yang mendapatkan keringanan visa masuk ke Indo nesia.

Di sisi lain, Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla telah meningkatkan anggaran promosi pariwisata Indonesia empat kali lipat dari Rp1,3 triliun pada 2015 menjadi Rp 5,2 triliun pada tahun ini.

Menurut Christine, dengan kebijakan tersebut Kementerian Pariwisata menargetkan tambahan 450.000 wisatawan asing per tahun, dengan potensi pemasukan tambahan mencapai US$500 juta setiap tahun.

 

PENDAPATAN NAIK

Hasilnya setidaknya terlihat dari kinerja PANR pada semester I/2016. Pendapatan bersih perseroan dari inbound naik 31% secara tahunan menjadi Rp194 miliar.

Pertumbuhan itu dinilai Christine signifikan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya yang hanya meningkat dikisaran 6% hingga 15%.

Kontribusi margin kotornya pun lebih tinggi, yakni sekitar 31%, dibandingkan tur wisatawan lokal ke luar negeri yang sekitar14%.

“Ke depan PANR akan memperbesar segmen ini  yang juga didukung oleh peraturan baru pemerintah,” ujar Christine.

Di sisi lain, Daewoo memberikan apresiasi positif terhadap PANR yang menjawab lonjakan wisatawan asing dengan aksi korporasi melalui rights issue untuk mendapatkan dana segar sebesar Rp300 miliar hingga Rp500 miliar pada tahun depan.

Dana itu akan digunakan perseroan untuk memperkuat infrastruktur teknologi informasi, memperluas destinasi wisata ke luar Indonesia dengan menciptakan paket kunjungan di wilayah Asia Tenggara, serta membuka kantor cabang dan area yang belum terjangkau.

Setali tiga uang dengan Christine, para analis di OCBC Sekuritas melalui riset yang dipublikasikan pada 10 Oktober 2016 menyebut bahwa kenaikan jumlah wisatawan asing akan menjadi sti mu lus positif bagi kinerja PANR pada masa mendatang.

Regulasi baru pemerintah tersebut dinilai akan memper - kuat industri pariwisata ke depan. OCBC Sekuritas pun merekomendasikan target beli saham PANR pada 2017 dengan target harga Rp680.

Optimisme ini sepertinya tercermin dari harga saham PANR yang sepanjang tahun berjalan 2016 telah meningkat sebesar 37%, dengan harga saham tertinggi menyentuh level Rp665 per sa ham pada 8 Agustus 2016.